Konsultasi Permasalahan Keluarga dan Memberi Solusinya Secara Islami

 PERNYATAAN PARA IMAM SALAF

 TENTANG SIFAT ALLAH

 

[6] Al imam Abu Abdillah Ahmad  bin Hambal memberikan keteranagan setelah membawakan hadits nabi berikut:

“Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia”

“Sesungguhnya Allah akan bias dilihat pada hari kiamat.”

Dan Hadits-hadits yang serupa dengannya.

Beliau berkata: kita beriman dengan hadits-hadist ini,membenarkannya, tidak menerangkan kaifiyyahnya (bentuk) dan tidak pula maknanya. dan tidak menolak sedikitpun darinya. Kita mengetahui bahwa apa yang dibawa oleh Rasullah adalah benar, kita tidak boleh membantah Rasullah dan tidak memberikan tambahan sifat tertentu pada Allah melebihi apa yang Ia sifatkan, dan tidak pula kita memberikan batasan dan puncak tertentu.

“Tidak ada sesuatu pun  yang serupa dengan-Nya, dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(QS.Asy Syura:11)

Kita mengatakan sama dengan yang Ia firmankan. Mensifati-Nya dengan sifat yang Ia berikan untuk Diri-Nya tidak menambahnya. Tidaklah Ia bias disifati dengan sifat dengan sifat yang diberikan oleh makhluk. Kita beriman kepada seluruh Al Qur’an baik yang muhkam maupun yang mutasyabih. Kita tidak menghilangkan sifat yang ia tetapkan adanya cela (yang terkandung dari maknanya menurut pemahama kita-pent). Kita tidak Melampaui Al Qur’an dan hadits. Tidak mengetahui bagaimana bentuknya (bentuk sifat) kecuali dengan membenarkan Rasullah dan apa yang ditetapkan oleh Al Qur’an.

 

[7] Al Imam Abu Abdillah Muhamad bin Idris Asy Syafi’I berkata: “Aku beriman kepada Allah dan kepada semua perkara yang berasal dari Allah di atas apa yang Allah  maksudkan. Dan aku juga beriman kepada Rosulullah  dan kepada semua yang datang dari Rosulullah  sesuai dengan yang beliau maksudkan.”

 

[8]   Maka berdasarkan perkara di atas, para salaf dan imam-imam umat yang datang berikutnya – berjalan. Mereka semua sepakat atas pengakuan (terhadap ayat teks dan hadis) memberikan apa adanya. Dan menetapkan segala yang datang dalam permasalahan  sifat Allah dalam kitab-Nya dan sunnah Rasul-Nya  tanpa melakukan upaya-upaya  pentakwilan

 

SYARAH

• Kandungan pernyataan Al imam Ahmad dalam menjelaskan hadis-hadis tentang turunnya Allah dan yang semacamnya:

Perkataan Al Imam Ahmad yang dibawakan oleh penulis matan adalah sebagai berikut:

1)  Wajibnya beriman dan membenarkan semua perkara yang dibawa oleh Rasulullah berupa hadits-hadits yang berisi tentang sifa-sifat Allah tanpa menambah, tanpa mengurangi, tidak pula memberikan batasan, dan tidak pula puncak tertentu.

 

2)   Tidak membagaimanakan dan tidak memaknakannya, maksudnya: tidak menerangkan bentuk sifat-Nya karena mengambarkan bentuk sifat Allah adalah perkara yang tidak mungkin dikarenakan beberapa hal yang telah lalu penjelasannya. Bukan memaksudkan tidak adanya kaifiyyah (bentuk) pada sifat Allah kerena sifat Allah adalah perkara yang benar-benar ada. Segala sesuatu yang benar-benar ada pasti memiliki bentuk tertentu. Hanya saja kaifiyyah (bentuk) sifat Allah tidak bisa kita mengetahuinya. 

Sedangkan perkataan beliau (( tidak memaknakannya)) maksudnya tidak menetapkan  makna yang bertolak belakang dengan tekstualnya sebagaimana yang dilakukan oleh para pentakwil. Bukan memaksudkan peniadaan makna yang benar yang sesuai dengan tekstualnya, makna yang ditafsirkan oleh para salaf. Dikarenakan makna yang benar adalah makna yang memang ada pada sifat Allah. Yang menunjukkan hal ini adalah perkataan beliau: dan kita tidak menolak sedikitpun, kita mensifatinya dengan apa yang Ia mensifati Diri-Nya, tidak menghilangkan dari-Nya dikarenakan adanya cela ( yang terkandung dari maknanya menurut pemahaman kita-pent ). Kita tidak mengetahui hakekat bagaimana sifat Allah. Maka perkataan beliau yang berisi tidak bolehnya menolak sesuatupun dari sifat Allah dan ketidakmungkinan untuk mengetahui bentuknya menunjukkan atas penetapan makna yang dikandung dari masing-masing sifat Allah.

 

3)  Wajib beriman kepada Al qur’an semuanya baik yang muhkam Yaitu Yang maknanya jelas maupun yang mutasyabih yaitu yang masih terdapat kesamaran pada maknanya. Sehingga kita mengembalikan yang mutasyabih kepada ayat yang muhkamnya agar maknanya menjadi jelas . Wajib mengimani secara harfiyah dan menyerahkan maknanya kepada Allah

 

•         kandungan perkataan Al imam Asy Syafi’i:

Kandungan perkataan Al Imam Asy Syafi’I adalah sebagai berikut:

1) beriman dengan perkara yang berasal dari Allah dalam kitab-nya yang terang sesuai dengan apa yang ia maksudkan tanpa menambah, tanpa mengurangi, dan tanpa menyimpangkanya.

 

2) Beriman dengan perkara yang datang dari Rasullulah dalam sunnahnya sesuai dengan apa yang beliau maksudkan tanpa menambah, tanpa mengurangi, dan menyimpangnya.

Dalam perkatan beliau diatas terdapat bantahan bagi para pentakwil dan para pembuat misal. Di karenakan masing-masing dari mereka tidak beriman kepada apa yang datang dari Allah dan Rasul-nya. Sesungguhnya para pentakwil adalah orang-orang yang mengurangi sifat Allah (makna yang aslinya di hilangkan atau dikurangi-pent) sedangkan para pemisal (tamtsil) adalah orang-orang yang telah menambah (menambah-nambah contoh dan sebagainya-pent).

 

•          Metode para salaf yang mereka tempuh dalam masalah sifat Allah:

Yang mereka tempuh dalam masalah sifat Allah adalah mengakui, membiarkan apa adanya, dan menetapkan segalanya datang dalam permasalahan sifat Allah dalam kitabnya dan sunnah rasul-nya tanpa melakukan upaya-upaya pentakwilan yang tidak sesuai maksud dari Allah dan Rasul-nya. Mengikuti mereka dalam perkara ini adalah wajib, karena Nabi bersabda:

“hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk, gigitlah ia (sunnah Nabi dan sunnah para khalifah itu) dengan gigi geraham. Jauhilah ajaran-ajaran yang baru di adakan (dalam agama), karena sesungguhnya setiap ajaran baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat. (HR. Ahmad, Abu Daud, dan At tirmidzi, beliau menyatakan hasan shahih, di shahihkan oleh  Al-Albani dan ulama yang lain.

Wallohua’lambisshowab.

SYAROH LUM`ATUL I`TIQOD

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda; Dan Silahkan Masukkan Komentar / Pertanyaan Anda Disini : Perhatikan adab berikut! Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga perkara pula. Allah meridhai kalian bila kalian: (1) Hanya beribadah kepada Allah semata, (2) Dan tidak mempersekutukan-Nya, (3) Serta berpegang teguh pada tali (agama) Allah seluruhnya, dan janganlah kalian berpecah belah Dan Allah membenci kalian bila kalian: (1) Suka qiila wa qaala (berkata tanpa dasar), (2) Banyak bertanya (yang tidak berfaedah), (3) Menyia-nyiakan harta” (HR. Muslim no. 1715) Admin paviliyunkeluarga.wordpress.com berhak untuk tidak memunculkan komentar yang tidak sesuai dengan adab di atas. Perlu anda ketahui: Komentar yang anda kirimkan akan dimoderasi oleh admin terlebih dahulu. Komentar anda yang muncul setelah klik tombol "KIRIM" hanyalah sekedar preview yang hanya muncul di komputer yang anda pakai, namun sebenarnya belum muncul

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: