Konsultasi Permasalahan Keluarga dan Memberi Solusinya Secara Islami

MUQADDIMAH

LUM’ATUL I’TIQAD (IBNU QUDAMAH)

Berkata muwaffaquddin Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Qudamah Al Maqdisi semoga Alloh membersihkan ruhnya dan menerangi kuburnya:

Bismillahirohmanirrohiim.

1) Segala puji bagi Alloh yang ia dipuji oleh segenap lisan makhlukNya. Dzat yang disembah sepanjang masa. Dzat yang tidak ada satu tempat pun yang luput dari ilmuNya. Urusan yang satu tidak membuatNya lalai dari urusan yang lain. Dia tidak ada yang menyerupaiNya dan tidak ada sekutu bagiNya. Dia tidak butuh kepada istri dan anak. KetetapanNya pasti terjadi pada seluruh hambaNya. Akal-akal manusia tidak mampu memikirkan yg serupa denganNya. Benak-benak manusia tidak bisa membayangkanNya. Alloh Azza wa Jalla berfirman: “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS. Asysyuro:11)

2) BagiNya lah nama-nama yang baik  dan sifat-sifat yang tinggi. Alloh Azza wa Jalla berfirman:

“(yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, yang bersemayam di atas Arsy kepunyan-Nya lah yang ada di langit , semua yang ada di bumi semua yang di antara keduanya  dan semua yang di bawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.” (QS. Thaha:5-7)

Dia adalah Dzat yang ilmu-Nya mencakup segala sesuatu. Dia menguasai seluruh makhluk dengan penuh kemulian dan hikmah. Kasih sayang-Nya meliputi segala sesuatu. Alloh Azza wa Jalla berfirman:

“Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka , sedangkan ilmu mereka tidak bisa meliputi-Nya.”(QS. Thaha:110)

Dia bersifatkan dengan sifat-sifat yang sandangkan untuk diri-Nya dalam kitab-Nya yang agung dan pada lisan Nabi-Nya yang mulia.

                                                               SYARAH:

܀Lum’atul I’tiqad:

Kata “lum’ah” dalam bahasa dimutlakan penggunanya untuk beberapa makna, diantaranya: bekal (kata bekal/bulghoh adalah sesuatu yg cukup digunakan untuk menutupi kebutuhan dan tidak ada lebihnya) untuk hidup. Makna ini adalah makna yg paling tepat  untuk pembahasan kitab ini. Sehingga makna Lum’atul I’tiqad dalam hal ini adalah : bekal berupa keyakinan yang benar yang sesuai dengan  madzhab para salaf, semoga Allah meridhoi mereka semua.

Kata “I’tiqad” bermakna: hukum yang terpatri dalam benak dengan pasti. Bila hukum dlam benak ini sesuai dengan kenyataan maka hukum tersebut adalah shahih (sah /benar), bila tidak sesuai maka hukum itu adalah rusak/salah

܀Kadung pendahuluan kitab:

 Pembukaan penulis dalam kitab ini mengadung beberapa perkara sebagai berikut:

1) Memulai sesuatu dengan basmalah (ucapan bismilahirrahmaanirrahim). Yang demikian ini dilakukan dalam rangka mncontoh kitabullah yang mulia dan mengikuti sunah Rasulullah. makna dari mengucapkan bismillahirrahmaanirrahim adalah: aku mengerjakan sesuatu dengan memohon kepada Allah pertolongan dan berkah-Nya dengan semua nama-nama Allah Dzat yang bersifatkan rahmat yang luas.

Makna lafzhul jalaalah (lafal Allah) adalah dzat yang diibadahi atau disembah dengan penuh kecintaan, pengagungan, penghambaan, dan kerinduan. Makna lafal (Arrohman) adalah dzat yang memiliki rahmat yang luas,dan makna (Arrohim) adalah dzat yang menyampaikan rahmat-nya kepada makhluk yang ia kehendaki. Perbedaan antara (Arrohman) dan (Arrohim) adalah bahwa pada nama yang pertama (Arrohman) terkandung makna bahwa rahmat pada allah adalah sifat yang senantiasa ada pada-nya sedangkan (Arrohim) adalah perbuatan Allah yang ia menyampaikan rahmat-nya kepada makhluk yang ia kehendaki.

2) Pujian kepada Allah dengan mengucapkan Al hamdu. Kata Al hamdu adalah menyebutkan sifat-sifat yang sempurna pada Dzat Yang dipuji dan perbuatan-perbuatan-Nya yang terpuji, disertai dengan kecintaan dan pengagungan.

3) Allah adalah Dzat yang di puji oleh semua lisan, di sembah di seluruh tempat. maksudnya adalah berhak dan boleh di puji  dengan semua bahasa dan di sembah di semua tempat.

4) Luasnya ilmu Allah yaitu dengan tidak adanya tempat yang luput dari pengetahuan-Nya, dan kesempurnaan kekuasaan-Nya. Dia Dzat yang mampu meliputi segala sesuatu dengan tidak ada perkara yang terlalaikan dari-Nya karena mengurus yang lain.

5) Keagungan,kebesaran, yangterlepaskan Dzat-Nya dari segala penyerupaan dan tandingan karena kesempurnaan sifat-Nya dari seluruh sisi.

6) Dia tidak butuh dan suci dari segala istri dan anak. Yang demikian ini merupakan perwujudan dari kekayaan-Nya yang sempurna.

7) Kehendak dan kekuasaan-Nya yang sempurna dengan terwujudkan semua ketentuan-Nya pada seluruh hamba-Nya. Tidak tercegah oleh kekuatan raja, tidak pula jumlah yang banyak, dan tidak pula harta yang banyak.

8) Keagungan-Nya diluar jangkauan akal manusia karena akal-akal itu tidak mampu utuk membuat permisalan bagi Allah dan tidak pula hati-hati manusia mampu membayangkan-Nya. Yang demikian ini karena Allah adalah “ tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syura : 11)

9)  Kekhususan Allah dengan nama-nama yang baik dan sifat-sifat yang mulia.

10) Istiwa Allah di atas ‘Arsy. Yaitu tinggi dan tetap di atas ‘Ars sesuai dengan kemuliaan pada-Nya.

11) Kekuasaan-Nya yang mencakup seluruh lapisan langit dan bumi, dan semua yang ada diantara keduanya dan yang di dalam perut bumi.

12) Ilmu-Nya yang luas, dahsyatnya kekuasaan dan hukum-Nya. Makhluk tidak mampu mengetahui secara menyeluruh karena keterbatasan pada mereka untuk mengetahui semua sifat-sifat kesempurnaan dan keagungan yang menjadi hak Rabb Yang Agung. Wallohua’am bisshowab.

SYAROH LUM`ATUL I`TIQOD

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda; Dan Silahkan Masukkan Komentar / Pertanyaan Anda Disini : Perhatikan adab berikut! Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga perkara pula. Allah meridhai kalian bila kalian: (1) Hanya beribadah kepada Allah semata, (2) Dan tidak mempersekutukan-Nya, (3) Serta berpegang teguh pada tali (agama) Allah seluruhnya, dan janganlah kalian berpecah belah Dan Allah membenci kalian bila kalian: (1) Suka qiila wa qaala (berkata tanpa dasar), (2) Banyak bertanya (yang tidak berfaedah), (3) Menyia-nyiakan harta” (HR. Muslim no. 1715) Admin paviliyunkeluarga.wordpress.com berhak untuk tidak memunculkan komentar yang tidak sesuai dengan adab di atas. Perlu anda ketahui: Komentar yang anda kirimkan akan dimoderasi oleh admin terlebih dahulu. Komentar anda yang muncul setelah klik tombol "KIRIM" hanyalah sekedar preview yang hanya muncul di komputer yang anda pakai, namun sebenarnya belum muncul

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: