Konsultasi Permasalahan Keluarga dan Memberi Solusinya Secara Islami

SEBENTAR KOREKSI WUDHU KITA YUK..!! BAB SIFAT WUDHU NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Wahai saudaraku sering kita lihat dalam keseharian diantara kaum muslimin ketika berwudhu maka banyak kita dapati perbedaan satu sama lainnya dengan berbagai bentuk dan cara masing-masing. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “agama itu nasihat” maka kewajiban kami sebagai bentuk cinta dan pembelaan kepada sunnah rasulullah berkewajiban menasihati dan menjelaskan kepada kaum muslimin bagaimana sunnah-sunnah wudhu rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang benar dan shahihah..

 

Mohon maaf pembahasan ini agak panjang maka bersabarlah bacalah dengan pelan-pelan disertai niat untuk mencari ilmu dan engkau tidak akan merugi meluangkan waktumu untuk kembali mempelajari agama ini.

 

Allah ta’ala berfirman :

يأيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا إذَا قُمْتْمْ إِلَى الصَّلاَةِ فَاغْسلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَأَيْديَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُؤُوْسِكُمْ وَ أَرْجُلَكُمْ إِلَى الِكَعْبَيْنِ

Wahai orang-orang yang beriman jika kalian berdiri untuk (mendirikan) sholat maka cucilah wajah-wajah kalian dan tangan-tangan kalian hingga ke siku-siku dan basuhlah kepala-kepala kalian dan (cucilah) kaki-kaki kalian hingga kedua mata kaki. (Al-Maidah : 6)

((Berikut saya sajikan sebuah hadits yang menyebutkan secara lengkap tatacara wudhu rasulullah kemudian nanti saya akan perinci pembahasannya satu persatu))

Berikut salahsatu hadist tentang cara berwudhu dalam kitab Shahih Muslim :

Hadis riwayat Usman bin Affan radhiallahu ‘anhu:
Dari Humroon -bekas budak Utsman bin Affan- Bahwa suatu ketika Ia (Usman) minta dibawakan air lalu berwudhu. Beliau membasuh kedua telapak tangannya tiga kali. Kemudian dia memasukkan tangan kanannya ke dalam air wudhu lalu berkumur-kumur, istinsyaq (menghirup air ke hidung) dan istintsar (mengeluarkannya). Kemudian dia mencuci wajahnya tiga kali. Kemudian membasuh tangan kanannya sampai ke siku sebanyak tiga kali, begitu juga tangan sebelah kiri. Kemudian dia mengusap kepalanya lalu mencuci kaki kanannya sebanyak tiga kali, begitu juga kaki kirinya. Kemudian setelah selesai dia (Utsman) berkata, “Saya melihat Nabi -alaihishshalatu wassalam- berwudhu seperti yang saya lakukan ini.” (HR. Muslim No. 226)

PENJELASAN DETAILNYA

1. NIAT

“Sesungguhnya amalan-amalan itu dengan niat.” (Mu’ttafaqunálaih).

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

“Tempat niat itu di hati, bukan di lisan sebagaimana yang disepakati oleh para imam kaum Muslimin, sama ada pada ibadah, taharah, solat, zakat, puasa, haji, membebaskan hamba, jihad dan selainnya. Jika diucapkan dengan lisannya tetapi berlainan dengan kehendak hatinya maka yang diterima hanya yang diniatkan oleh hatinya bukan lafaznya. Sebaliknya jika diucapkan niat dengan lisannya sedangkan berlainan dengan niat yang di hatinya maka ia tidak diterima menurut kesepakatan Imam-Imam Muslimin”. (Majmu’ ar-Rasail al-Kubra. 1/234)

2. MEMBACA “BISMILLAH”

لا وضوء لمن لم يذكر اسم الله عليه

“Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak membaca nama Allah atasnya.” (Riwayat Ibnu Majah , at-Tirmidzi dan Abu Dawud, dan disahihkan oleh al Albany dalam Shahih al-Jami’ (7444).

Hadits ini menunjukan akan wajibnya membaca “bismillah” karena Rosulullah menggunakan fiil amr (kata kerja perintah).

Syaikh Al-Albani berkata : “…Tidak ada dalil yang mengharuskan keluar dari dhohir hadits ini (yaitu wajibnya mengucapkan bismillah-pent) ke pendapat bahwa perintah pada hadits ini hanyalah untuk mustahab. Telah tsabit (akan) wajibnya, dan ini adalah pendapat Ad-Dzohiriyah, Ishaq, satu dari dua riwayat Imam Ahmad, dan merupakan pendapat yang dipilih oleh Sidiq Hasan Khon, Syaukani, dan inilah (pendapat) yang benar Insya Allah” (Tamamul Minnah 89)

3. MENCUCI TANGAN TIGA KALI SAMPAI PERGELANGAN TANGAN

“Beliau membasuh kedua telapak tangannya tiga kali.” (HR. Muslim No. 226)

Berkata Syaikh Ali Bassam : “Disunnahkan mencuci dua tangan tiga kali hingga ke pergelangan tangan sebelum memasukkan kedua tangan tersebut ke dalam air tempat wudlu, dan ini merupakan sunnah menurut ijma’. Dan dalil bahwa mencuci kedua tangan hanyalah sunnah bahwasanya tidaklah datang penyebutan mencuci kedua tangan di dalam ayat-ayat (Al-Qur’an). Dan sekedar perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja tidaklah menunjukan akan wajib, hanyalah menunjukan kemustahabannya. Dan ini adalah qoidah usuliah”. (Taudihul Ahkam 1/161).

4. BERKUMUR DAN MEMASUKKAN (MENGHIRUP) AIR KE DALAM HIDUNG SEKALIGUS DARI SATU TANGAN SEBANYAK TIGA KALI

Di antaranya hadits ‘Abdullah bin Zaid

“Maka beliau berkumur-kumur DAN menghirup air dari SATU TELAPAK TANGAN. Beliau mengerjakan itu sebanyak tiga kali.” (Muttafaqun álaih)

Berkata Imam An-Nawawy : “ADAPUN MEMISAH (antara kumur-kumur dan menghirup air-pent.), tidak ada sama sekali hadits yang tsabit ‘kuat, sah’. Yang ada hanyalah hadits Thalhah bin Musharrif dan ia adalah (rawi yang) lemah.” (Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab 1/398)

Dari Laqit bin Sabirah radiallahu ‘anhu berkata:

“Wahai Rasulullah, khabarkan kepadaku tentang wudhu! Baginda bersabda: Sempurnakanlah wudhu kamu, sela-selalah celah-celah jari-jemari kamu dan bersungguh sungguhlah dalam memasukkan air ke dalam hidung kecuali jika kamu dalam keadaan berpuasa”. (HR. Tirmizi. 38. Abu Daud. 142. Ibnu Majah. 407. Ibnu Hibban, Hakim dan Az-Zahabi. Disahihkan oleh Ibnu Hajar)

PERHATIAN…!! BIASANYA MENGHIRUP (BUKAN MENGUSAP DENGAN JARI DENGAN CARA MEMASUKAN JARI KE HIDUNG) AIR KE HIDUNG DITANDAI DENGAN AGAK PENING DI KEPALA.

Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqolaniy rohimahullah, “Memasukkan air ke hidung dengan menghisapnya sampai ke ujungnya, sedangkan istintsar adalah kebalikannya” (Fathul Baari hal. 78/10)

5. MENCUCI WAJAH DENGAN KEDUA TALAPAK TANGAN SEBANYAK TIGA KALI

Al-Imam al-Bukhari rahimahullah dalam kitab Shahih-nya membawakan bab “Mencuci wajah dengan dua tangan dari satu cidukan”, dengan hadits:

“Kemudian Ibnu ‘Abbas (yang mencontohkan wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) mengambil satu cidukan air, lalu menggabungkan satu tangannya dengan tangannya yang lain, dan mengusap wajahnya.” (Sahih, HR. al-Bukhari No. 140)

“Maka cucilah wajah kalian.” (Al-Maidah, 5:6)

Berdasarkan ayat ini maka para Ulama mengatakan bahwa hukum mencuci wajah adalah WAJIB bahkan termasuk rukun wudhu.

Dan batasannya adalah dari tempat biasanya tumbuh rambut kepala hingga ke ujung bawah dagu (secara vertikal), dan dari telinga ke telinga (secara horizontal). (Taudihul Ahkam 1/170)

6. MENCUCI KEDUA TANGAN SAMPAI SIKU SEBANYAK TIGA KALI

“Dan (cucilah) tangan-tangan kalian sampai siku.” (Al-Maidah, 5:6)

“Aku melihat Abu Hurairah berwudhu lalu mencuci tangannya yang kanan sampai awal lengan atasnya.” (Riwayat Muslim irwaul Golil no 94)

7. MEMBASUH KEPALA BERMULA DARI DAHI SAMPAI TENGKUK LEHER KEMUDIAN MENGEMBALIKANNYA KE TEMPAT SEMULA (DAHI) KEMUDIAN DILANJUTKAN KE TELINGA SEKALIGUS SEBANYAK SATU KALI

Hadits Abdullah bin Zaid:

“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membasuh kepalanya dengan kedua tanganya lalu membawanya ke depan dan ke belakang, beliau memulai dari permulaan kepala (dahi) kemudian membawanya ke tengkuknya, kemudian mengembalikannya ke tempat yang semula. (Muttafaqun’alaih)

Hadits Abdullah bin Amr:

“Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap kepalanya dan memasukkan kedua jari telunjuknya kedalam kedua telinganya dan mengusap bagian luar kedua telinganya dengan kedua ibu jarinya” (Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa’i dan dishohihkan oleh Ibnu Khuzaimah) (Taudlihul Ahkam 1/166)

Dalam hadits ini tidak di singgung beliau mengambil air baru untuk kedua telinganya.

Imam Muslim meriwayatkan hadits ini dari jalan Ibnu Wahb
“Dan beliau mengusap kepalanya dengan air bukan sisa (air untuk mencuci) tangannya.”

Dan Enam orang rawi lainnya semua meriwayatkan dari Ibnu Wahb dan mereka menyebutkan hadits dengan lafazh riwayat Muslim. Enam rawi itu adalah: Harun bin Ma’ruf, Harun bin Sa’id, Abu Ath-Thahir, Hajjaj bin Ibrahim Al-Azraq, Ahmad bin ‘Abdirrahman bin Wahb, dan Syuraij bin Nu’man. (Lihat riwayat mereka dalam Shahih Muslim no. 236, Musnad Abu ‘Awanah , dan Musnad Ahmad 4/41)

APAKAH KEDUA TELINGA TERMASUK KEPALA?

Jumhur ulama Abu Hanifah, Malik dan Ahmad berkata, keduanya termasuk kepala.
berdalil kepada sabda Nabi shalllallahu álaihi wa sallam, “Kedua telinga termasuk kepala.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Berkata Ibnul Qoyyim :”Tidak ada riwayat yang tsabit dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau mengambil air yang baru untuk mengusap kedua telinganya”. (Taudlihul Ahkam 1/180)

KESALAHAN:
Banyak diantara kaum muslimin ketika mengusap kepala maka mencukupkan mengusap bagian ujung-ujung rambutnya dan ini menyelisihi tatacara wudhu rasulullah shallallahu álahi wa sallam.

8. MENCUCI KEDUA KAKI SAMPAI MATA KAKI SEBANYAK TIGA KALI

Dan (cucilah) kaki-kaki kalian hingga kedua mata kaki. (Al-Maidah : 6)

Boleh dilebihkan hingga betis sebagaimana hadit Abu Hurairah:
Dia mencuci kakinya hingga naik ke betisnya, lalu dia berkata : “Demikianlah aku melihat Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu” (Hadits shohih riwayat Muuslim, irwaul golil no 94)

KESALAHAN:
Banyak diantara kaum muslimin yang hanya menyiram dengan air kedua kakinya bukan dicuci atau hanya mengusap kakinya saja.

9. DOA SETELAH BERWUDHU

“Tidak ada seorang pun dari kalian yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian berkata :

ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHUU LAA SYARIIKALAHU WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WA RASUULUHUH, (dalam riwayat lain ada tambahan) ALLAAHUMMAJ’ALNI MINAT TAWWAABIINA WAJ’ALNI MINAL MUTATAHHIRIIN #selesai disini tidak ada tambahan lagi#

kecuali akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan dan dia masuk dari pintu mana saja yang dia sukai”. (Hadits riwayat Muslim, irwaul golil no 96)

Semoga Bemanfaat,

Wallahu’alam bish-showab

Di Salin Dari Grup Paviliyun Keluarga – Solusi dan Permasalahannya

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda; Dan Silahkan Masukkan Komentar / Pertanyaan Anda Disini : Perhatikan adab berikut! Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga perkara pula. Allah meridhai kalian bila kalian: (1) Hanya beribadah kepada Allah semata, (2) Dan tidak mempersekutukan-Nya, (3) Serta berpegang teguh pada tali (agama) Allah seluruhnya, dan janganlah kalian berpecah belah Dan Allah membenci kalian bila kalian: (1) Suka qiila wa qaala (berkata tanpa dasar), (2) Banyak bertanya (yang tidak berfaedah), (3) Menyia-nyiakan harta” (HR. Muslim no. 1715) Admin paviliyunkeluarga.wordpress.com berhak untuk tidak memunculkan komentar yang tidak sesuai dengan adab di atas. Perlu anda ketahui: Komentar yang anda kirimkan akan dimoderasi oleh admin terlebih dahulu. Komentar anda yang muncul setelah klik tombol "KIRIM" hanyalah sekedar preview yang hanya muncul di komputer yang anda pakai, namun sebenarnya belum muncul

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: